Direktur Wilayah BRMP Jambi Lantik Pengurus ISMPI 2026–2028, Dorong Transformasi Pertanian Modern
MUARO JAMBI – Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., mewakili Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa, melantik Badan Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (BPP ISMPI) periode 2026–2028 dalam rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ISMPI ke-XV di Gedung UNIFAC Universitas Jambi, Rabu (4/11). Kegiatan bertema “Transformasi Pertanian di Era Digital: Mengintegrasikan Inovasi, Teknologi, dan Regenerasi Petani Menuju Pertanian Berkelanjutan” tersebut dihadiri Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., perwakilan Gubernur Jambi Muktamar Hamdil, S.E., M.M., unsur pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi, serta mahasiswa dan pengurus ISMPI dari berbagai universitas.
Dalam kuliah umum bertajuk “Transformasi Pertanian Indonesia Menuju Swasembada Pangan yang Berkelanjutan, Modern dan Menyejahterakan Petani”, Yunimar menjelaskan bahwa pertanian menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, rendahnya adopsi teknologi, serta persoalan biaya produksi dan regenerasi petani. Menurutnya, modernisasi tidak sekadar pengadaan alat dan mesin, tetapi mencakup pembaruan tata kelola usaha tani melalui teknologi, digitalisasi, mekanisasi, pertanian presisi, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Salah satu penerapannya adalah Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Keberhasilan transformasi, lanjutnya, harus tercermin tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi biaya, penurunan kehilangan hasil, peningkatan pendapatan, dan keberlanjutan usaha tani.
Yunimar menegaskan bahwa transformasi pertanian membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, petani, dan generasi muda. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan infrastruktur, perguruan tinggi dalam riset dan inovasi, dunia usaha dalam teknologi serta akses pasar, sedangkan petani dan generasi muda menjadi pelaku utama penerapan serta penggerak perubahan. Melalui pengukuhan pengurus dan Mukernas ISMPI ke-XV, mahasiswa pertanian diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan sektor pertanian. Sinergi inovasi, teknologi, dan regenerasi petani diharapkan mempercepat terwujudnya pertanian Indonesia yang modern, produktif, berkelanjutan, dan menyejahterakan petani. (PS)